Menulis titik pada kalimat yang tidak pernah kamu sangka akan menjadi sebuah akhir bukan sesuatu yang baru, tapi rasanya selalu sama mendebarkannya, dan sama menyedihkannya. Titik itu seolah menjadi penegasan, bahwa inilah akhir sebuah bab.

Kemudian, akhir itu akan menjadi awal lagi — sebuah kalimat pembuka yang akan membawamu menuju akhir lain yang masih samar.

Namun, ini masih buku yang sama. Ceritanya masih bersambung, dengan berbagai macam awal, pertengahan, dan akhir. Belum saatnya buku ini ditutup sama sekali, masih banyak sekali awal yang akan datang.

Kamu hanya perlu menulis lagi; berbekal pena yang lebih tajam, dengan pilihan-pilihan kata yang lebih sederhana, hati yang lebih siap dan pikiran yang lebih dewasa.

Aku hanya perlu menulis lagi.

I write to keep myself sane. Instagram: @alpinut