Tentang Jatuh Cinta Pada Seorang Penulis

Jatuh cinta sama penulis itu nggak enak. Kamu akan jadi inspirasi utamanya untuk menulis dan hasil tulisannya akan terus ada di sana. Kamu akan jadi subjeknya. Kamu akan terus hidup di dalamnya, meskipun kamu nggak tau kapan bagianmu dalam perjalanannya akan selesai.

Emang sih, nggak semua hasil tulisan itu adalah tentang kamu, dia bisa saja menulis tentang apapun, siapapun, dan nggak melulu tentang cinta — tapi hasil-hasil tulisannya tentang rasa? Pikiran pembaca akan segera tertuju padamu.

Bagus kalo ceritanya tentang bahagia. Kebayang, nggak, kalau dia nulis tentang kekecewaan? Kesedihan?

Tapi…

Jatuh cintalah sama penulis.

Kamu akan tahu seberapa berartinya kehadiranmu untuknya. Kamu akan jadi sebuah cerita, dan kamu akan merasakan sendiri bahwa kalimat-kalimat yang dia susun untukmu bukan sesuatu yang belaka, tapi nyata seada-adanya. Rangkaian kata yang menjadi cerita kemudian akan kamu baca, dan itu semua adalah terbaik yang dia punya, meskipun dia sendiri nggak tau bagaimana cerita itu akan berakhir — bahagia atau nelangsa.

Penulis selalu menumpahkan perasaannya dan melarikan pikirannya dalam kata, itu yang harus kamu pahami dulu. Kalau kamu sudah siap dengan risikonya, jangan lupa jatuh cinta sama penulis, ya.

I write to keep myself sane. Instagram: @alpinut

I write to keep myself sane. Instagram: @alpinut